Detail Berita

Image

Pemerintahan Sumatera Barat melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan terus menggalakkan minat baca masyarakat di daerah, salah satunnya melalui gerakan membaca di masing-masing nagari. Dalam hal ini Pemerintah Provinsi menggunakan metode antar jemput buku ke rumah warga.

Dalam hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Alwis, pola antar jemput buku tersebut mengadopsi metode yang dikembangkan dan diterapkan Yayasan Gemar Membaca Indonesia (Yamegi).

Daerah yang telah menerapkan metode di atas Kabupaten dan Kota Solok serta sejumlah daerah lain. Metode itu mencakupi tiga hal, Pustakawan mengantar buku yang sudah di paket dalam sebuah tas khusus yang terdiri dari lima judul buku, satu untuk ayah, ibu dan satu buku judul buku untuk anak yang diasumsikan tiga orang.

Setelah dua minggu, Pustakawan menjemput dan mensirkulasikan atau menggilirkan buku-buku tersebut kekeluarga lainnya, dengan jumlah yang sama seperti langkah pertama. Kemudian pustakawan melakukan evaluasi dengan melakukan survey, untuk mengetahui apakah buku-buku tersebut dimanfaatkan secara efektif.

"Survei dilakukan untuk mengetahui bidang apa yang diminati masyarakat, guna menentukan tindak lanjut kegiatan. Dengan harapan setiap orang mendapatkan kesempatan membaca sebanyak 24 judul buku dalam setahun,” terang alwis. Secara umum jelasnya, tujuan gerakan membaca di nagari/desa membangkik batang tarandam. Sebuah cita-cita luhur masyarakat daerah ini dalam mengembalikan kejayaan intelektual dan hegemoni ekonomi politik yang pernah diraih sumbar, ketika itu dikenal sebagai Minangkabau.

Secara khusus Program tersebut juga untuk membangun karakter dan kemandirian ekonomi masyarakat nagari dan desa. “Total dana untuk program gerakan Sumbar membaca di nagari dan desa ini Rp 100 miliar per tahun . Rincianya Rp 60 juta untuk pengadaan koleksi buku, Rp. 36 juta untuk honorarium petugas/pustakawan dan Rp 14 juta sebagai transportasi antar jemput buku ke rumah masyarakat oleh petugas,” bebernya.

Gerakan Sumbar membaca melibatkan semua sektor terkait, baik pemerintah maupun swasta, semua organisasi perangkat daerah provinsi, kabupaten/kota, perguruan tinggi, BUMN, lembaga swadaya masyarakat semua lapisan masyarakat, alim ulama, bundo kanduang dan lainnya.

Adapun hasil yang di harapkan malalui program tersebut, dapat meningkatkan kamampuan dan kegemaran membaca masyarakat, meningkatkan keterampilan menulis, kreatifitas dan inovasi masyarakat dalam berkarya yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan ekonomi masyarakat daerah ini.

Pembekalan 880 walinagari

Sementara, pada 25 Februari 2017, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumbar, akan menyelenggarakan pembekalan bagi 880 walinagari yang menerima dana desa. Setiap nagari menerima bantuan antara Rp 1,8 miliar hingga Rp 2,5 miliar.

“kami ingin memandu para walinagari dalam mengelola dana desa yang mereka terima. Selama ini dana desa, hanya diarahkan pada pembangunan sarana prasarana. Sekarang tak ada salahnya sebagian dari dana desa, digunakan mambangun Pustaka Nagari,” terang Alwis. (sumber Harian Umum Singgalang, 20 Februari 2017).


Berita Terkait

Tidak Ada Berita Terkait

Cari Berita!

Navigation

Social Media